Burung berkicau
Sambut pagi nan sepi
Dingin menusuk
Tulang nadi
Kau bergegas
Ambi tali
Tunaikan tugas
Seorang petani
Dengan langkah tegap
Santai namun pasti
Di kepala bertengger caping besar
Telusuri ladang tanpa alas kaki
Panas terik tidaklah peduli
Hujan badai itupun tidak berarti
Demi kebutuhan hidup
Keluarga yang dicintai
Dj
Kamis, 24 Juli 2008
Keluh Kesah Sang Penjaja Bubur
Mbok sum yang setiap pagi jualan bubur di pojok jalan, pagi itu kelihatan murung. Ada apa mbok? Tanya Nur (PRT Pak Pur )
“ aku sangat bingung, aku harus bagaimana? kata mbok Sum sang penjaja bubur. Semua bahan naik, minyak tanah sulit aku dapat, karena mau diganti dengan Gas. Tapi tidak semua dapat. Katanya, pemerintah ingin rakyatnya hidup makmur tapi kok malah hancur ( mbok Sum sambil mengusap kening yang tidak ada keringatnya). Erin
“ aku sangat bingung, aku harus bagaimana? kata mbok Sum sang penjaja bubur. Semua bahan naik, minyak tanah sulit aku dapat, karena mau diganti dengan Gas. Tapi tidak semua dapat. Katanya, pemerintah ingin rakyatnya hidup makmur tapi kok malah hancur ( mbok Sum sambil mengusap kening yang tidak ada keringatnya). Erin
Label:
Ruang Ekspresi
Lapar
Ku lapar
Ku mau makan
Tapi lambungku
Tlah kehabisan
Sementara sawahku
Kini tumbuh bangunan
Ku lapar
Ku mau makan
Tapi lambungku
Tlah kehabisan
Sementara sawahku
Kini tumbuh bangunan
Ku lapar
Ku mau makan
Tapi tak tertelan
Leherku terbelit hutang
Kau dengar jerit pilu anak kami
Yang kekurangan gizi
Harga-harga yang melambung tinggi
Susu tak terbeli
Wahai dewan yang terhormat
Pedulikan kami
Rakyat, yang hidup makin mlarat
Kini
Kami hampir sekarat
Erin
Ku mau makan
Tapi lambungku
Tlah kehabisan
Sementara sawahku
Kini tumbuh bangunan
Ku lapar
Ku mau makan
Tapi lambungku
Tlah kehabisan
Sementara sawahku
Kini tumbuh bangunan
Ku lapar
Ku mau makan
Tapi tak tertelan
Leherku terbelit hutang
Kau dengar jerit pilu anak kami
Yang kekurangan gizi
Harga-harga yang melambung tinggi
Susu tak terbeli
Wahai dewan yang terhormat
Pedulikan kami
Rakyat, yang hidup makin mlarat
Kini
Kami hampir sekarat
Erin
Label:
Ruang Ekspresi
Kuketuk
Ku ketuk pintu Menawarkan jasaku
Demi hidup Dan masa depanku
Ku manusia Yang punya impian
Dan juga asa Tak peduli……
Ku ketuk pintu Menawarkan jasaku
Demi hidup Dan masa depanku
Ku manusia Yang punya impian
Dan juga asa Tak peduli……
Meski duri Dan aral menghadang
Sapu lidi Mesin cuci Teman sejati
Engkaulah saksi Saat keringat
Membasahi seluruh tubuh Tak peduli
Sering umpatan
Dan caci maki
Tak pernah pujian
Dan ucapan terimakasih
Tak peduli
Selama matahari
Masih menyinari bumi
Semangat terpatri
Esok akan lebih baik
Erin
Demi hidup Dan masa depanku
Ku manusia Yang punya impian
Dan juga asa Tak peduli……
Ku ketuk pintu Menawarkan jasaku
Demi hidup Dan masa depanku
Ku manusia Yang punya impian
Dan juga asa Tak peduli……
Meski duri Dan aral menghadang
Sapu lidi Mesin cuci Teman sejati
Engkaulah saksi Saat keringat
Membasahi seluruh tubuh Tak peduli
Sering umpatan
Dan caci maki
Tak pernah pujian
Dan ucapan terimakasih
Tak peduli
Selama matahari
Masih menyinari bumi
Semangat terpatri
Esok akan lebih baik
Erin
Label:
Ruang Ekspresi
Rabu, 23 Juli 2008
Klakson
Iyem adalah seorang PRT yang bekerja di sebuah kantor, dia punya satu teman PRT bernama Tumi, mereka bekerja di tempat yang sama. Pekerjaan yang banyak membuat Iyem dan Tumi harus pintar-pintar membagi waktu. Suatu hari dengan berboncengan motor, mereka belanja ke pasar untuk menyiapkan makan siang di kantor.
Iyem adalah seorang PRT yang bekerja di sebuah kantor, dia punya satu teman PRT bernama Tumi, mereka bekerja di tempat yang sama. Pekerjaan yang banyak membuat Iyem dan Tumi harus pintar-pintar membagi waktu. Suatu hari dengan berboncengan motor, mereka belanja ke pasar untuk menyiapkan makan siang di kantor. Kali ini Iyem yang membonceng si Tumi. Seperti biasa mereka harus kerja cepat dan buru-buru, takutnya pedagangnya sudah pada tutup.
Dalam perjalanan ke pasar, ada segerombolan ayam di tengah jalan. Tanpa pikir panjang si Tumi membunyikan klakson sekeras-kerasnya dan berulang-ulang. Alhasil ayam-ayam itupun lari terbirit-birit, selang beberapa menit mereka menemui polisi tidur. Tahukaah kamu apa yang terjadi?????? Si Tumi dengan PDnya bilang hus….huss …(kayak ngusir ayam). Namun hasilnya bukannya sang polisi tidur menjauh dari tenggah jalan namun Perut Iyem sakit karena ketawa terpingkal-pingkal. (Iyem alias Chris)
Iyem adalah seorang PRT yang bekerja di sebuah kantor, dia punya satu teman PRT bernama Tumi, mereka bekerja di tempat yang sama. Pekerjaan yang banyak membuat Iyem dan Tumi harus pintar-pintar membagi waktu. Suatu hari dengan berboncengan motor, mereka belanja ke pasar untuk menyiapkan makan siang di kantor. Kali ini Iyem yang membonceng si Tumi. Seperti biasa mereka harus kerja cepat dan buru-buru, takutnya pedagangnya sudah pada tutup.
Dalam perjalanan ke pasar, ada segerombolan ayam di tengah jalan. Tanpa pikir panjang si Tumi membunyikan klakson sekeras-kerasnya dan berulang-ulang. Alhasil ayam-ayam itupun lari terbirit-birit, selang beberapa menit mereka menemui polisi tidur. Tahukaah kamu apa yang terjadi?????? Si Tumi dengan PDnya bilang hus….huss …(kayak ngusir ayam). Namun hasilnya bukannya sang polisi tidur menjauh dari tenggah jalan namun Perut Iyem sakit karena ketawa terpingkal-pingkal. (Iyem alias Chris)
Label:
senyum sejenak
Kapitalis

Hari itu Adel dan Loli main ke rumah si Christin, rumah mereka tak begitu jauh.
Adel : Mbak Chris, mbak…! (panggilnya)
Chris : Ya (sambil membukakan pintu)
Loli : Lama banget sih!
Chris : Sorry aku sedang masak, yuk ikut ke dapur temani aku masak.
Adel : Tumben kamu masak?
Chris : Lagi pengen, oh iya kalian hauskan? Tapi bikin minum sendiri ya! Aku juga mau bikin teh .
(sambil menunjukkan tempat gula, teh dan kopi)
Adel : Katanya kalau kita membiarkan teh ………(Sambil mengaduk gula dan mengangkat teh celup)
Loli : Apa …… KAPITALIS!!!! (Chris dan Adel pandang-pandangan dan spontan mereka langsung ketawa bareng)
Chris : Kenapa kamu ngomong kapitalis?
Loli : Habis aku kesal dari tadi di Sekolah semua orang ngoming kapitalis, dan kamu tadi mau ngomong kapitalis jugakan? (tannyanya pada Adel)
Adel : Tadi itu aku mau bilang kalau kita terlalu lama teh celup saat membuat teh, akan menyebabkan penyakit kangker bagi yang meminumnya! (Mangertos den ayu)
Chris : Jadi bukan kapitalis, pikiranmu itu isinya kapitalis kali!
Loli : Enak aja.
Label:
senyum sejenak
Ngartun
PJ : Tadi Jayen ke sini mbak? (Tanya sang majikan pada PRTnya)
PRT : Iya pak.
PJ : Datang dengan siapa?
PRT : Ada satu temannya, em……siapa ya tadi (sambil mengingat-ingat)
Ninda : Aku tahu!!!! (ucap anak perempuan sang majikan, yang masih berusia 4,5 tahun)
PJ : Tadi Jayen ke sini mbak? (Tanya sang majikan pada PRTnya)
PRT : Iya pak.
PJ : Datang dengan siapa?
PRT : Ada satu temannya, em……siapa ya tadi (sambil mengingat-ingat)
Ninda : Aku tahu!!!! (ucap anak perempuan sang majikan, yang masih berusia 4,5 tahun)
PJ : Siapa?
Ninda : Doraemon!!!
PJ : Papa tidak punya teman yang namanya Doraemon ( heran)
Ninda : Tadikan papa Tanya temannya Jayen, ya Doraemon, Nobita, Suneo, Susuka…..
PJ + PRT : Ha…….ha……Itukan tokoh film KARTUUUUUUN DORAEMON!!!!! (hampir bebarengan) (Say)
PRT : Iya pak.
PJ : Datang dengan siapa?
PRT : Ada satu temannya, em……siapa ya tadi (sambil mengingat-ingat)
Ninda : Aku tahu!!!! (ucap anak perempuan sang majikan, yang masih berusia 4,5 tahun)
PJ : Tadi Jayen ke sini mbak? (Tanya sang majikan pada PRTnya)
PRT : Iya pak.
PJ : Datang dengan siapa?
PRT : Ada satu temannya, em……siapa ya tadi (sambil mengingat-ingat)
Ninda : Aku tahu!!!! (ucap anak perempuan sang majikan, yang masih berusia 4,5 tahun)
PJ : Siapa?
Ninda : Doraemon!!!
PJ : Papa tidak punya teman yang namanya Doraemon ( heran)
Ninda : Tadikan papa Tanya temannya Jayen, ya Doraemon, Nobita, Suneo, Susuka…..
PJ + PRT : Ha…….ha……Itukan tokoh film KARTUUUUUUN DORAEMON!!!!! (hampir bebarengan) (Say)
Label:
senyum sejenak
WAWANCARA DENGAN KETUA BAPEDA GUNUNGKIDUL
Sudah saatnya mensinergikan antara Pemerintah, Masyarakat, PJTKI, Agen dan Lembaga-Lembaga yang konsen terhadap hubungan atau permasalahan PRT.
Berbicara mengenai kontribusi PRT kita tidak bisa hanya berucap ya atau tidak, tapi kompleks dengan berbagai persoalan. Seperti yang di uraikan ketua BAPEDA Gunung Kidul (Eko Subandiro). Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan reporter Kabar PRT dengan Bapak Eko Subandiro :
Sudah saatnya mensinergikan antara Pemerintah, Masyarakat, PJTKI, Agen dan Lembaga-Lembaga yang konsen terhadap hubungan atau permasalahan PRT.
Berbicara mengenai kontribusi PRT kita tidak bisa hanya berucap ya atau tidak, tapi kompleks dengan berbagai persoalan. Seperti yang di uraikan ketua BAPEDA Gunung Kidul (Eko Subandiro). Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan reporter Kabar PRT dengan Bapak Eko Subandiro :
Eko Subandiro (ES)
Kabar PRT (KB)
(KB) : Bagaimana pendapat Bapak tentang kontribusi PRT terhadap perkembangan perekonomian daerah ?
(ES) : a. Peran PRT dalam negeri sangat dibutuhkan bagi keluarga
/ masyarakat yang tidak dapat mengatasi beberapa pekerjaan
rumah tangganya. Hal ini disebabkan pengguna jasa
mempunyai kesibukan aktivitas di luar rumah yang cukup
tinggi,sehingga dengan adanya PRT, para pengguna jasa
dapat mengerjakan sesuatu yang dapat meningkatkan
produktivitas kerja yang pada gilirannya dapat
meningkatkan perekonomian daerah.
b. PRT yang bekerja di luar negeri sangat berperan untuk
dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya pada
khususnya dan meningkatkan penerimaan Negara / daerah
(devisa Negara) pada umumnya melalui kiriman uang TKI
yang ditransfer ke Bank (BNI, BRI dll).
(KB) : Bentuk kontribusi PRT untuk daerah Gunung Kidul ?
(ES) : PRT yang bekerja baik di dalam dan luar negeri sudah memberikan
kontribusi terhadap desanya dalam berbagai aspek. Secara keuangan /
materi, sumbangan PRT belum dapat diukur tetapi setidaknya sudah
memberikan sumbangan untuk peningkatan kesejahteraannya ( pendidikan
kesehatan dan perumahan ) pada keluarganya. Ditambah pula dapat
mengurangi angka pengangguran, bahkan PRT yang bekerja di luar negeri
dengan gaji yang memadai dapat dijadikan modal / investasi untuk membuka
usaha mandiri.
(KB) : Pembekalan pendidikan ketrampilan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap PRT ?
(ES) : a. Pemerintah daerah mempersiapkan dan memberikan pelayanan kepada
calon PRT dalam meningkatkan keahlian / ketrampilan di Balai Latihan
Kerja dan Lembaga Latihan Swasta. b. memberikan fasilitas untuk
penempatan PRT dalam/ luar negeri sesuai dengan prosedur / Undang-
Undang Ketenagakerjan yang berlaku baik melalui Lembaga pelayanan
Penempatan Swasta (LPPS) dan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja
Indonesia Swasta (PPTKIS). Akan untuk PRT dalam negeri belum ada
pembekalan pendidikan/keahlian.
(KB) : Dalam menghadapi permasalahan PRT yang rentan dengan kekerasan?
(ES) : a. Untuk penempatan PRT di luar negeri pemerintah memberikan sosialisasi
tentang prosedur penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
b. Untuk penempatan tenaga kerja PRT di dalam negeri pemerintah
mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perlawanan terhadap
Traficking/perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga.
c. Membentuk tim advokasi untuk memberikan perlindungan kepada PRT
baik di dalam/ luar negeri.
(KB) : Hal kelayakan PRT yang diterima?
(ES) : 1. Perlindungan Hak asasinya,
2. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan,
3. Kesempatan berserikat dan berkumpul untuk sosial kemasyarakatan,
4. Perlindungan, cuti, biaya kesehatan dll.
(KB) : Kerjasama pemerintah dengan lembaga atau instansi lain?
(ES) : Kerjasama dengan kalangan LSM, Organisasi PRT, Pengguna jasa,
kelompok masyarakat dan juga instansi lain dilakukan melalui sosialisasi,
forum diskusi dan dialog untuk mendapatkan hasil sebagai bahan untuk
penentuan kebijakan dan pembuatan peraturan-peraturan yang memberikan
perlindungan kepada PRT.
(KB) : Himbauan untuk PRT?
(ES) : Masyarakat yang sekarang ini bekerja sebagai PRT janganlah minder
atau merasa Malu bekerja sebagai PRT, karena PRT adalah pekerjaan
yang sangat mulia, .
PRT yang bekerja di luar negeri sebagai pahlawan devisa Negara
untuk bekerja sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga
tidak terjadi kekerasan.
(KB) : Untuk para pembuat kebijakan ?
(ES) : a. Penyelesaian kasus untuk dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur yang
berlaku,
b. Pemberian perlindungan kepada PRT sesuai dengan hak dan kewajiban
(Crist,Jum)
Berbicara mengenai kontribusi PRT kita tidak bisa hanya berucap ya atau tidak, tapi kompleks dengan berbagai persoalan. Seperti yang di uraikan ketua BAPEDA Gunung Kidul (Eko Subandiro). Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan reporter Kabar PRT dengan Bapak Eko Subandiro :
Sudah saatnya mensinergikan antara Pemerintah, Masyarakat, PJTKI, Agen dan Lembaga-Lembaga yang konsen terhadap hubungan atau permasalahan PRT.
Berbicara mengenai kontribusi PRT kita tidak bisa hanya berucap ya atau tidak, tapi kompleks dengan berbagai persoalan. Seperti yang di uraikan ketua BAPEDA Gunung Kidul (Eko Subandiro). Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan reporter Kabar PRT dengan Bapak Eko Subandiro :
Eko Subandiro (ES)
Kabar PRT (KB)
(KB) : Bagaimana pendapat Bapak tentang kontribusi PRT terhadap perkembangan perekonomian daerah ?
(ES) : a. Peran PRT dalam negeri sangat dibutuhkan bagi keluarga
/ masyarakat yang tidak dapat mengatasi beberapa pekerjaan
rumah tangganya. Hal ini disebabkan pengguna jasa
mempunyai kesibukan aktivitas di luar rumah yang cukup
tinggi,sehingga dengan adanya PRT, para pengguna jasa
dapat mengerjakan sesuatu yang dapat meningkatkan
produktivitas kerja yang pada gilirannya dapat
meningkatkan perekonomian daerah.
b. PRT yang bekerja di luar negeri sangat berperan untuk
dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya pada
khususnya dan meningkatkan penerimaan Negara / daerah
(devisa Negara) pada umumnya melalui kiriman uang TKI
yang ditransfer ke Bank (BNI, BRI dll).
(KB) : Bentuk kontribusi PRT untuk daerah Gunung Kidul ?
(ES) : PRT yang bekerja baik di dalam dan luar negeri sudah memberikan
kontribusi terhadap desanya dalam berbagai aspek. Secara keuangan /
materi, sumbangan PRT belum dapat diukur tetapi setidaknya sudah
memberikan sumbangan untuk peningkatan kesejahteraannya ( pendidikan
kesehatan dan perumahan ) pada keluarganya. Ditambah pula dapat
mengurangi angka pengangguran, bahkan PRT yang bekerja di luar negeri
dengan gaji yang memadai dapat dijadikan modal / investasi untuk membuka
usaha mandiri.
(KB) : Pembekalan pendidikan ketrampilan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap PRT ?
(ES) : a. Pemerintah daerah mempersiapkan dan memberikan pelayanan kepada
calon PRT dalam meningkatkan keahlian / ketrampilan di Balai Latihan
Kerja dan Lembaga Latihan Swasta. b. memberikan fasilitas untuk
penempatan PRT dalam/ luar negeri sesuai dengan prosedur / Undang-
Undang Ketenagakerjan yang berlaku baik melalui Lembaga pelayanan
Penempatan Swasta (LPPS) dan Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja
Indonesia Swasta (PPTKIS). Akan untuk PRT dalam negeri belum ada
pembekalan pendidikan/keahlian.
(KB) : Dalam menghadapi permasalahan PRT yang rentan dengan kekerasan?
(ES) : a. Untuk penempatan PRT di luar negeri pemerintah memberikan sosialisasi
tentang prosedur penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
b. Untuk penempatan tenaga kerja PRT di dalam negeri pemerintah
mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perlawanan terhadap
Traficking/perdagangan orang dan kekerasan dalam rumah tangga.
c. Membentuk tim advokasi untuk memberikan perlindungan kepada PRT
baik di dalam/ luar negeri.
(KB) : Hal kelayakan PRT yang diterima?
(ES) : 1. Perlindungan Hak asasinya,
2. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan,
3. Kesempatan berserikat dan berkumpul untuk sosial kemasyarakatan,
4. Perlindungan, cuti, biaya kesehatan dll.
(KB) : Kerjasama pemerintah dengan lembaga atau instansi lain?
(ES) : Kerjasama dengan kalangan LSM, Organisasi PRT, Pengguna jasa,
kelompok masyarakat dan juga instansi lain dilakukan melalui sosialisasi,
forum diskusi dan dialog untuk mendapatkan hasil sebagai bahan untuk
penentuan kebijakan dan pembuatan peraturan-peraturan yang memberikan
perlindungan kepada PRT.
(KB) : Himbauan untuk PRT?
(ES) : Masyarakat yang sekarang ini bekerja sebagai PRT janganlah minder
atau merasa Malu bekerja sebagai PRT, karena PRT adalah pekerjaan
yang sangat mulia, .
PRT yang bekerja di luar negeri sebagai pahlawan devisa Negara
untuk bekerja sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga
tidak terjadi kekerasan.
(KB) : Untuk para pembuat kebijakan ?
(ES) : a. Penyelesaian kasus untuk dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur yang
berlaku,
b. Pemberian perlindungan kepada PRT sesuai dengan hak dan kewajiban
(Crist,Jum)
KONTRIBUSI PRT DALAM PEMBANGUNAN
Keberadaan kelompok PRT (Pekerja Rumah Tangga) (secara umum dikenal dengan sebutan Pembantu Rumah Tangga) dalam masyarakat kita besar jumlahnya. Keberadaan PRT disebabkan adanya dua belah pihak yang saling membutuhkan. Yaitu, pertama, pihak pengguna jasa/majikan–keluarganya yang membutuhkan tenaga kerja PRT untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena keterbatasan waktu. Penggun jasa yang harus bekerja atau tidak mampu dilakukan oleh keluarganya. Kedua, pihak PRT yang membutuhkan pendapatan unthuk dirinya dan keluarga.
Keberadaan kelompok PRT (Pekerja Rumah Tangga) (secara umum dikenal dengan sebutan Pembantu Rumah Tangga) dalam masyarakat kita besar jumlahnya. Keberadaan PRT disebabkan adanya dua belah pihak yang saling membutuhkan. Yaitu, pertama, pihak pengguna jasa/majikan–keluarganya yang membutuhkan tenaga kerja PRT untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena keterbatasan waktu. Penggun jasa yang harus bekerja atau tidak mampu dilakukan oleh keluarganya. Kedua, pihak PRT yang membutuhkan pendapatan unthuk dirinya dan keluarga.
Dari kebutuhan kedua belah pihak tersebut, jumlah PRT cukup besar dan menigkat dari tahun ketahun terutama di kota-kota besar ataupun di kota yang padat dengan industrialisasi. Dapat dikatakan kontribusi ekonomi PRT ini sangat besar terhadap roda perekonomian bagi negara, keluarganya, keluarga pengguna jasanya, sampai masyarakat desa asalnya. Dapat kita lihat keberadaan jasa PRT sangat berperan bagi kelancaran aktivitas kehidupan keluarga terutama bagi pasangan yang keduanya bekerja di sector public. Sebagian besar bahkan semua pekerjaan/tugas-tugas domestic/rumah tangga, digatikan oleh Pekerja Rumah Tangga. Contoh sewaktu lebaran atau PRT pulang ke kampungnya, bagaimana banyak keluarga kerepotan mengurus anak, dapur dan juga kebersihan rumahnya. Akibatnya banyak pengguna jasa yang tidak masuk kerja, atau mereka tinggal di penginapan yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar/mahal dari biasanya. Bisa dibayangkan kalau tidak ada/sedikit PRT yang bekerja, sedangkan fasilitas umum seperati tempat penitipan anak, cleaning servis belum tersedia dengan murah, maka orang kemudian tidak bisa bekerja karena pilihan mengurus rumah tangga. Berbeda kalau ada PRT, pakaian sudah tersedia rapi, rumah bersih, makan bisa tersedia dan anak serta rumah ada yang menjaga.
Demikian juga, keberadaan PRT sangat berkontribusi terhadap keluarganya. Dapat dilihat besar subsidi PRT untuk keluargnya sehingga PRT bisa membantu biaya pendidikan dan hidup anggota keluarganya. Begitu pula kiriman uang PRT ke daerahnya juga membantu meningkatkan pendapatan daerah. Seperti yang disampaikan oleh seorang anggota DPR (Daryanto) dari fraksi PDI perjuangan dan tinggal di wilayah Sleman, kami sangat membutuhkan tenaga PRT. Apalagi kami berdua( suami istri ) kerja di luar semua. PRT menjadi bagian dari kami, karena mereka/PRT yang menyelesaikan semua pekerjaan di rumah sehingga kami berdua bisa bekerja dengan tenang. Kami tidak pernah mengatur kinerja PRT, dan merekapun bekerja dengan penuh tanggungjawab. Komunikasi kami berjalan dengan baik dan tidak membedakan antara PRT dan pengguna jasa. kami bisa hidup dengan saling menghormati satu sama lain tegasnya.
Sehubungan dengan pendapatan ekonomi daerah, yaitu secara tidak langsung sangat memberi kontribusi, yaitu salah satunya berupa peran PRT dalam membantu menyelesikan pekerjaan rumah tangga dari pengguna jasa yang bekerja di pemerintahan. Hampir seluruh PJ/pengguna jasa membutuhkan jasa dari PRT. Beda ketika PRT yang bekerja di luar negeri. Karena mereka akan memberikan/menghasilkan devisa bagi Negara. Tapi pada prinsipnya bahwa keduanya mempunyai peran yang yang sangat besar. Untuk itu mereka tidak boleh dimiskinkan tambahnya. Dan untuk mengimbangi besarnya peran PRT, dikatakan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban bagaimana menghargai dan memberi bekal kepada PRT sebelum mereka pergi untuk bekerja, disamping juga memberikan perlindungan hukum, hak-hak sebagi pekerja .
Berbicara mengenai kekerasan PRT yang hingga saat ini masih terjadi, bahwa yang melakukan kekerasan itu manusia primitive, PRT jangan dijadikan pelampiasan kemarahan keluarga. Dan ini juga berhubungan dengan keyakinan. Pada prinsipnya bahwa, hewan saja perlu/butuh kasih sayang dan penghormatan apalagi manusia jelas bapak Haryanto yang senang dan sering melakukan kegiatan sosial, contohnya sering membantu korban ordebaru, difitnah, dituduh G/30 S PKI, di dekati dan melakukan advokasi.
Di katakana pula oleh seorang aparat Desa di wilayah Sleman yang saat ini tinggal bersama ibunya, bahwa PRT mempunyai banyak peran terhadap keluarga, pengguna jasa, pemerintah dan daerah, maka seharusnya pemerintah mempunyai tugas untuk memberikan bekal terhadap PRT. Pemerintah seharusnya mengambil peran itu. Tapi sangat disayangkan karena sampai sekarang belum diambil oleh pemerintah. Justru sekarang kesempatan ini diambil alih oleh swasta, dijadikan bisnis/ pekerjaan. Yang mana penggerak tenaga kerja, pelatihan devisit. Padahal swasta tidak ada regulasi atau aturan yang jelas, mereka hanya sekedar melakukan pelatihan dan belum tentu memberikan jaminan kepada PRT, baik itu kualitas hasilnya maupun saat disalurkan PRT bekerja maupun sesudah mereka bekerja.
Alangkah sangat bagus apabila terjadi kerjasama antara semaua lembaga yang berkepentingan. Yaitu, Lembag Swadaya Masyarakat dengan desa/ kecamatan melakukan pelatihan skill/ ketrampilan, propinsi disediakan adanya balai latihan pekerjaan bagi PRT. Bagaimana menggunakan alat yang benar misalnya. Apabila pemerintah mempunyai aturan yang jelas seperti ini dan semua bisa diakses, disisi lain hasil kerja PRT akan bisa memuaskan penggunajasa dan PRT juga bisa bekerja dengan aman, tentram, percaya diri dan penuh tanggung jawab.
Dikatakan pula mengenai masalah kontribusi PRT, dicontohkan ketika lebaran/ Hari Raya Idul Fitri, banyak perusahaan transportasi yang menyediakan jasa transportasinya. Bukankah ini juga termasuk membantu perekonomian para penjual jasa transportasi. Ditambah pula tentang permasalahan sampah, terutama sampah rumah tangga. PRT juga ikut berperan. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu PRT juga berperan dalam perkembangan anak ( banyak orang tua yang sibuk bekerja di luar dan PRT/ Babysitterlah yang bertanggungjawab ).
Selain melakukan pelatihan, peran pemerintah sebaiknya memiliki data PRT yang di mulai dari tempat asal PRT, kepala Dusun, kepala Desa maupun kecamatan dan di wilayah kerja PRT, RT/RW. Ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi kekerasan terhadap PRT. Sehingga semua pihak bisa ikut membantu mengatasinya.
Contoh nyata/ gambaran bahwa PRT bisa dikatakan sebagai warga yang ikut berperan atau memberi kontribusi terhadap perekonomian daerah, Sani (40) yang saat ini bekerja sebagai PRT di wilayah bantul, kurang lebih 20 tahun bekerja sebagai PRT untuk membiayai seorang anaknya hinga SMU disamping membantu keuangan ke dua orangtuanya,sama hal yang dilakukan Hastuti (28) bekerja sebagai PRT sejak usia 12 tahun karena kondisi keuangan keluarga yang tidak mencukupi dirinya untuk membiayai Sekolah. Bahkan kini Hastuti bisa ikut membiayai Sekolah adiknya yang masih duduk di kelas tiga SMP, senang rasanya adikku bisa Sekolah begitu tambahnya. Bukan hanya Sani dan Hastuti yang berhasil membantu biaya pendidikan, Oneti, Sohir, Inah, Mur, Yati, Narti, Tari dan masih banyak lagi. Selain membantu biaya pendidikan, mereka juga ikut meningkatkan mutu kesehatan (awalnya masih Buang Air Besar di kali sekarang sudah punya WC sendiri, kondisi rumah bersih rapih dan nyaman), bahkan memberikan sumbangan pembuatan fasilitas umum (renofasi tempat ibadah, pos ronda) dll.
Akan tetapi lain halnya dengan yang disampaikan oleh seorang pengguna jasa sekaligus pengajar di sebuah fakultas ternama di Solo (empat tahun yang lalu memensiunkan diri ), karena ingin konsen mendampingi anak-anaknya dalam menuju masa depannya. Bahwa PRT/pekerja lainnya dikatakan mempunyai kontribusi ketika PRT/pekerja mengeluarkan pajak. Sedangkan pekerja industripun masih banyak yang tidak mengeluarkan pajak dan PRT sampai saat ini juga belum mengeluarkan suatu pajak.
Menyoal pendapat kontribusi PRT terhadap perekonomian dareah, lebih setuju ke yang secara tidak langsung. Ada tiga ktriteria yang disampaikan, yaitu karena Pengguna jasa menggunakan jasa PRT karena benar-benar butuh disebabkan dirinya/PJ bekerja, pengguna jasa sengaja memberikan pekerjaan kepada PRT meskipun dirinya tidak bekerja dan karena masalah sosial,yaitu ketika pengguna jasa mempunyai PRT ingin dia berbagi apa saja terutama pengetahuan yang bermanfaat bagi orang lain ataupun dirinya tidak sepi dari komunkasi/ hubungan sosial kemasyarakatan. Namun demikian kita tidak hanya berhenti dari perdebatan masalah kontribusi langsung maupun tidak langsung, akan tetapi lebih focus bagaimana mengakui, menghormati dan menghargai mereka yang berprofesi sebagai PRT. ( Lek Jum, Crist)
Keberadaan kelompok PRT (Pekerja Rumah Tangga) (secara umum dikenal dengan sebutan Pembantu Rumah Tangga) dalam masyarakat kita besar jumlahnya. Keberadaan PRT disebabkan adanya dua belah pihak yang saling membutuhkan. Yaitu, pertama, pihak pengguna jasa/majikan–keluarganya yang membutuhkan tenaga kerja PRT untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena keterbatasan waktu. Penggun jasa yang harus bekerja atau tidak mampu dilakukan oleh keluarganya. Kedua, pihak PRT yang membutuhkan pendapatan unthuk dirinya dan keluarga.
Dari kebutuhan kedua belah pihak tersebut, jumlah PRT cukup besar dan menigkat dari tahun ketahun terutama di kota-kota besar ataupun di kota yang padat dengan industrialisasi. Dapat dikatakan kontribusi ekonomi PRT ini sangat besar terhadap roda perekonomian bagi negara, keluarganya, keluarga pengguna jasanya, sampai masyarakat desa asalnya. Dapat kita lihat keberadaan jasa PRT sangat berperan bagi kelancaran aktivitas kehidupan keluarga terutama bagi pasangan yang keduanya bekerja di sector public. Sebagian besar bahkan semua pekerjaan/tugas-tugas domestic/rumah tangga, digatikan oleh Pekerja Rumah Tangga. Contoh sewaktu lebaran atau PRT pulang ke kampungnya, bagaimana banyak keluarga kerepotan mengurus anak, dapur dan juga kebersihan rumahnya. Akibatnya banyak pengguna jasa yang tidak masuk kerja, atau mereka tinggal di penginapan yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar/mahal dari biasanya. Bisa dibayangkan kalau tidak ada/sedikit PRT yang bekerja, sedangkan fasilitas umum seperati tempat penitipan anak, cleaning servis belum tersedia dengan murah, maka orang kemudian tidak bisa bekerja karena pilihan mengurus rumah tangga. Berbeda kalau ada PRT, pakaian sudah tersedia rapi, rumah bersih, makan bisa tersedia dan anak serta rumah ada yang menjaga.
Demikian juga, keberadaan PRT sangat berkontribusi terhadap keluarganya. Dapat dilihat besar subsidi PRT untuk keluargnya sehingga PRT bisa membantu biaya pendidikan dan hidup anggota keluarganya. Begitu pula kiriman uang PRT ke daerahnya juga membantu meningkatkan pendapatan daerah. Seperti yang disampaikan oleh seorang anggota DPR (Daryanto) dari fraksi PDI perjuangan dan tinggal di wilayah Sleman, kami sangat membutuhkan tenaga PRT. Apalagi kami berdua( suami istri ) kerja di luar semua. PRT menjadi bagian dari kami, karena mereka/PRT yang menyelesaikan semua pekerjaan di rumah sehingga kami berdua bisa bekerja dengan tenang. Kami tidak pernah mengatur kinerja PRT, dan merekapun bekerja dengan penuh tanggungjawab. Komunikasi kami berjalan dengan baik dan tidak membedakan antara PRT dan pengguna jasa. kami bisa hidup dengan saling menghormati satu sama lain tegasnya.
Sehubungan dengan pendapatan ekonomi daerah, yaitu secara tidak langsung sangat memberi kontribusi, yaitu salah satunya berupa peran PRT dalam membantu menyelesikan pekerjaan rumah tangga dari pengguna jasa yang bekerja di pemerintahan. Hampir seluruh PJ/pengguna jasa membutuhkan jasa dari PRT. Beda ketika PRT yang bekerja di luar negeri. Karena mereka akan memberikan/menghasilkan devisa bagi Negara. Tapi pada prinsipnya bahwa keduanya mempunyai peran yang yang sangat besar. Untuk itu mereka tidak boleh dimiskinkan tambahnya. Dan untuk mengimbangi besarnya peran PRT, dikatakan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban bagaimana menghargai dan memberi bekal kepada PRT sebelum mereka pergi untuk bekerja, disamping juga memberikan perlindungan hukum, hak-hak sebagi pekerja .
Berbicara mengenai kekerasan PRT yang hingga saat ini masih terjadi, bahwa yang melakukan kekerasan itu manusia primitive, PRT jangan dijadikan pelampiasan kemarahan keluarga. Dan ini juga berhubungan dengan keyakinan. Pada prinsipnya bahwa, hewan saja perlu/butuh kasih sayang dan penghormatan apalagi manusia jelas bapak Haryanto yang senang dan sering melakukan kegiatan sosial, contohnya sering membantu korban ordebaru, difitnah, dituduh G/30 S PKI, di dekati dan melakukan advokasi.
Di katakana pula oleh seorang aparat Desa di wilayah Sleman yang saat ini tinggal bersama ibunya, bahwa PRT mempunyai banyak peran terhadap keluarga, pengguna jasa, pemerintah dan daerah, maka seharusnya pemerintah mempunyai tugas untuk memberikan bekal terhadap PRT. Pemerintah seharusnya mengambil peran itu. Tapi sangat disayangkan karena sampai sekarang belum diambil oleh pemerintah. Justru sekarang kesempatan ini diambil alih oleh swasta, dijadikan bisnis/ pekerjaan. Yang mana penggerak tenaga kerja, pelatihan devisit. Padahal swasta tidak ada regulasi atau aturan yang jelas, mereka hanya sekedar melakukan pelatihan dan belum tentu memberikan jaminan kepada PRT, baik itu kualitas hasilnya maupun saat disalurkan PRT bekerja maupun sesudah mereka bekerja.
Alangkah sangat bagus apabila terjadi kerjasama antara semaua lembaga yang berkepentingan. Yaitu, Lembag Swadaya Masyarakat dengan desa/ kecamatan melakukan pelatihan skill/ ketrampilan, propinsi disediakan adanya balai latihan pekerjaan bagi PRT. Bagaimana menggunakan alat yang benar misalnya. Apabila pemerintah mempunyai aturan yang jelas seperti ini dan semua bisa diakses, disisi lain hasil kerja PRT akan bisa memuaskan penggunajasa dan PRT juga bisa bekerja dengan aman, tentram, percaya diri dan penuh tanggung jawab.
Dikatakan pula mengenai masalah kontribusi PRT, dicontohkan ketika lebaran/ Hari Raya Idul Fitri, banyak perusahaan transportasi yang menyediakan jasa transportasinya. Bukankah ini juga termasuk membantu perekonomian para penjual jasa transportasi. Ditambah pula tentang permasalahan sampah, terutama sampah rumah tangga. PRT juga ikut berperan. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu PRT juga berperan dalam perkembangan anak ( banyak orang tua yang sibuk bekerja di luar dan PRT/ Babysitterlah yang bertanggungjawab ).
Selain melakukan pelatihan, peran pemerintah sebaiknya memiliki data PRT yang di mulai dari tempat asal PRT, kepala Dusun, kepala Desa maupun kecamatan dan di wilayah kerja PRT, RT/RW. Ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi kekerasan terhadap PRT. Sehingga semua pihak bisa ikut membantu mengatasinya.
Contoh nyata/ gambaran bahwa PRT bisa dikatakan sebagai warga yang ikut berperan atau memberi kontribusi terhadap perekonomian daerah, Sani (40) yang saat ini bekerja sebagai PRT di wilayah bantul, kurang lebih 20 tahun bekerja sebagai PRT untuk membiayai seorang anaknya hinga SMU disamping membantu keuangan ke dua orangtuanya,sama hal yang dilakukan Hastuti (28) bekerja sebagai PRT sejak usia 12 tahun karena kondisi keuangan keluarga yang tidak mencukupi dirinya untuk membiayai Sekolah. Bahkan kini Hastuti bisa ikut membiayai Sekolah adiknya yang masih duduk di kelas tiga SMP, senang rasanya adikku bisa Sekolah begitu tambahnya. Bukan hanya Sani dan Hastuti yang berhasil membantu biaya pendidikan, Oneti, Sohir, Inah, Mur, Yati, Narti, Tari dan masih banyak lagi. Selain membantu biaya pendidikan, mereka juga ikut meningkatkan mutu kesehatan (awalnya masih Buang Air Besar di kali sekarang sudah punya WC sendiri, kondisi rumah bersih rapih dan nyaman), bahkan memberikan sumbangan pembuatan fasilitas umum (renofasi tempat ibadah, pos ronda) dll.
Akan tetapi lain halnya dengan yang disampaikan oleh seorang pengguna jasa sekaligus pengajar di sebuah fakultas ternama di Solo (empat tahun yang lalu memensiunkan diri ), karena ingin konsen mendampingi anak-anaknya dalam menuju masa depannya. Bahwa PRT/pekerja lainnya dikatakan mempunyai kontribusi ketika PRT/pekerja mengeluarkan pajak. Sedangkan pekerja industripun masih banyak yang tidak mengeluarkan pajak dan PRT sampai saat ini juga belum mengeluarkan suatu pajak.
Menyoal pendapat kontribusi PRT terhadap perekonomian dareah, lebih setuju ke yang secara tidak langsung. Ada tiga ktriteria yang disampaikan, yaitu karena Pengguna jasa menggunakan jasa PRT karena benar-benar butuh disebabkan dirinya/PJ bekerja, pengguna jasa sengaja memberikan pekerjaan kepada PRT meskipun dirinya tidak bekerja dan karena masalah sosial,yaitu ketika pengguna jasa mempunyai PRT ingin dia berbagi apa saja terutama pengetahuan yang bermanfaat bagi orang lain ataupun dirinya tidak sepi dari komunkasi/ hubungan sosial kemasyarakatan. Namun demikian kita tidak hanya berhenti dari perdebatan masalah kontribusi langsung maupun tidak langsung, akan tetapi lebih focus bagaimana mengakui, menghormati dan menghargai mereka yang berprofesi sebagai PRT. ( Lek Jum, Crist)
Langganan:
Postingan (Atom)